Banyak Korban Jiwa, BPN: Pemilu Mendatang Harus Dikelola dengan Baik







GELORA.CO - Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap jalannya Pemilu 2019 untuk perbaikan pelaksanaan Pemilu ke depan. 

Pasalnya, selain banyaknya laporan kecurangan di masyarakat, Pemilu kali ini juga banyak memakan korban, baik meninggal maupun sakit.

"Saya kira perlu evaluasi menyeluruh terhadap jalannya Pemilu 2019 ini. Laporan kecurangan terjadi di mana-mana. Dan yang tak kalah mengenaskan banyak petugas penyelenggaraan Pemilu yang jadi korban, baik sakit maupun meninggal," kata Sudirman di Jakarta, Minggu (28/4/2019).

Sudirman berharap, Pemilu mendatang harus terkelola dengan baik mulai dari proses awal hingga pelaksanaan. Sehingga kekacauan Pemilu 2019 tidak terulang lagi.

"Ke depan Pemilu harus manageable (terkelola dengan baik) sehingga tidak chaotic (kacau) seperti sekarang," jelasnya. 

Sudirman berharap, pemerintah memberi perhatian khusus kepada keluarga korban meninggal maupun sakit dalam Pemilu 2019. Bagaimanapun mereka adalah pahlawan demokrasi yang telah berjuang menjaga suara rakyat. 

Apalagi sebagian dari para petugas, terutama yang di desa-desa datang dari masyarakat kebanyakan, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani atau petugas keamanan. 

"Sudah sepatutnya pemerintah memberi perhatian khusus kepada mereka. Mereka adalah pahlawan demokrasi, pengawal suara rakyat," terangnya.

Sebelum menyampaikan pesan tersebut, Sudirman mengunjungi kediaman Sudarman di Desa Anggamaya, Larangan, Brebes, Jawa Tengah untuk melakukan takziah. 

Sudirman merupakan salah satu petugas TPS di Desa Anggamaya yang meninggal akibat kelelahan saat bertugas. Lalu, sore harinya, Sudirman juga melakukan takziah ke kediaman almarhum Saiful Bahri, petugas TPS di Desa Ciawi, Banjarharjo, Brebes. 

Pada dua kesempatan itu, Sudirman memberikan santunan pada keluarga korban. Bahkan Sudirman akan memberikan biaya sekolah untuk anak tunggal almarhum Saiful Bahri, yang putus sekolah setelah lulus Madrasah Tsanawiyah (MTs) tiga tahun yang lalu.[tsc]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: