Dahnil: Pernyataan Mahfud MD Memecah Belah dan Penuh Kebencian







GELORA.CO - Pernyataan Mantan Ketua MK Prof. Mahfud MD yang menganggap orang yang memilih Prabowo sebagai pemilih Islam garis keras.

Pernyataan Prof Mahfud MD ini menuai protes netizen dan viral di sosial media. Mantan Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Said Didu meminta Prof Mahfud MD menjelaskan tuduhannya terkait orang Sulawesi Selatan (Sulsel) yang yang disebut termasuk orang-orang garis keras.

Muhamad Said Didu melalui akun twitter @msaid_didu meminta tanggapan Mahfud MD atas pernyataan yang yang disampaikan dalam program acara Metro Pagi Primetime pada Selasa (23/4/2019) lalu. 

"Mohon maaf prof @mohmahfudmd, saya berasal dari Sulsel, mohon jelaskan indikator yang prof gunakan sehingga menuduh orang Sulsel adalah orang-orang garis keras agar jadi bahan pertimbangan kami. Kami orang Sulsel memang punya prinsip SIRI untuk menjaga kehormatan. Inikah yang dianggap keras?", tulis Didu.

Senada Said Didu, Marzuki Rauf melalui akun twitter @mizan_mks mengatakan, "saya juga telah berkali-kali minta penjelasan, tapi sepertinya Prof. @mohmahfudmd tidak punya argumen untuk mempertahankan pendapatnya yang cendrung tendensius itu. Terus terang sebagai orang Sulsel saya tersinggung."

Satire Tan Markonah melalui akun twitter @dyla_se mengatakan, "Sumatra Barat (Minang) Adat basandi sarak, sarak basandi kitabullah, inikah yang disebut keras? @mohmahfudmd".  

Senada dengan Satire, Irnaldo melalui akun twitter @irnaldo mengatakan, "Alhamdulillah pendiri bangsa ini banyak yang dari Sumbar yang dikatakan daerah garis keras versi prof MMD karena pendiri bangsa ini yang dari daerah garis keras Sumatra Barat katamu itu pak dibekali kemampuan "alun takilek alah takalam"...lai tau ngku."

A Setiawan melalui akun twitternya @aangsetiawan12 mengatakan, "Jawa Baratpun, disebutnya pula, bahaya ini bilang garis keras. Hati-hati Prof Mahfud dengan ucapan...jangan sok paling pintar, jangan sok paling punya gelar Prof...tawadhulah dengan ilmumu...kalau mau dukung 01 silahkan. Kami orang Jabar pun punya pilihan sendiri."

Akun Twitter @CakKhum melalui akun twitternya menyatakan, "menulis ini pernyataan yang sangat berbahaya karena menganggap orang yang pilih Prabowo sebagai pemilih garis keras. Pernyataan harusnya membuka pintu rekonsiliasi dan membuat suasana sejuk, bukan malah mengkota-kotakkan anak bangsa. Apakah pak @mahfudmd juga menganggap Madura sebagai Islam garis keras?"

Akun @refrizalskb melalui akun twitternya mengatakan, "kalau dibalik bagaimana, siapa-siapa pemilih Jokowi? Prof Dr MMD yth, Minta maaflah atas pernyataan bapak khususnya pada kami ummat Islam Sumbar. Sambung Refrizal pada cuitan berikut, Refrizal menulis Jejak digital. Jangan sombong pak. Apa maksudnya bapak ngomong Sumbar Agamanya aliran keras?Minta maaflah pak, tulisnya. Wakil Ketua DPR RI Fadhli Zon melalui akun twitter @fadlizon mengatakan omongan @mohmahfudmd semakin bodoh tak bermutu dan sudah keluar jalur dan sangat ngawur."

Juru Bicara Prabowo-Sandi, Dahnil A Simanjuntak melalui akun twitter @dahnilanzar mengatakan, "saya menghormati pak @mohmahfudmd tapi kaget dengan tuduhannya, karena ambisinya sampai tega menggunakan narasi daerah-daerah 02 menang seperti Aceh, Sumbar, Jawa Barat dsb, sebagai Islam garis keras. Narasi pak Mahfud ini justru memecah belah dan penuh kebencian."

Lanjut Dahnil melalui akun twitternya menulis, "bagaimana mungkin pak #mohmahfudmd yang menyatakan dirinya menggerakkan suluh kebangsaan justru mengeluarkan pernyataan keruh kebangsaan dengan menuduh daerah seperti Aceh, Sumbar, Jawa Barat dst yang dukung Prabowo adalah daerah Islam garis keras." (*)

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: