Demokrat Jelaskan Surat SBY yang Sempat Resah Konsep Kampanye Prabowo







GELORA.CO - Partai Demokrat mengungkapkan bahwa sang ketua umum Susilo Bambang Yudhoyono sempat berkeberatan dengan konsep kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu pagi, yang seolah eksklusif untuk kelompok tertentu saja.

SBY menyampaikan keberatan itu melalui surat elektroniknya kepada tiga petinggi Partai Demokrat—Amir Syamsudin, Syarief Hassan, dan Hinca Panjaitan—yang dia tulis di Singapura pada Sabtu, 6 April 2019.

Menurut Ferdinand Hutahaean, Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat, SBY pada dasarnya menginginkan kampanye dibuat dengan konsep lebih menjunjung tinggi kebinekaan Indonesia dan tidak hanya dikhususkan untuk satu golongan.

“Jadi, Pak SBY sampaikan supaya acara dibuat se-Indonesia mungkin, berbineka, dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” kata Ferdinand saat dikonfirmasi pada Minggu siang.

Akhirnya, Ferdinand mengklaim, kampanye pagi itu sesuai dengan konsep kebinekaan yang diinginkan SBY. Sebab, seluruh perwakilan agama di Indonesia telah diberi kesempatan untuk menyampaikan doa.

Kampanye itu juga membantah tuduhan negatif yang dialamatkan kepada Prabowo-Sandi. Salah satunya, tuduhan Prabowo-Sandi yang akan mendirikan pemerintahan khilafah, yang disangkal oleh Bachtiar Nasir.

"Hasilnya gini, kaya pagi ini, sesuai arahan SBY, bahwa orasi dari Ustaz Bachtiar Nasir pun, bahwa tuduhan khilafah tidak betul dan tolol, dan ulama lain pun nyatakan siap jaga NKRI," ujarnya. [vv]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: