Demokrat Ramah ke Koalisi Jokowi Sejak Dulu, Apa Tanda-tandanya?







GELORA.CO - Isu peluang bergabungnya Partai Demokrat yang digulirkan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin seolah bersambut. Partai Demokrat merespons positif.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Politik Median Rico Marbun menilai PD sejak dulu terlihat ramah terhadap koalisi Jokowi-Ma'ruf. Ia menyinggung isu 'Jenderal Kardus' yang sempat ramai setelah diembuskan politikus PD, Andi Arief. 

Kala itu, ramai-ramai soal 'Jenderal Kardus' terjadi setelah capres Prabowo Subianto mengumumkan Sandiaga Uno sebagai cawapres di Pilpres 2019. 

"Ketika AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) tidak jadi cawapres Prabowo sebenarnya banyak sinyal yang kita baca bahwa Demokrat cukup ramah terhadap koalisi Jokowi," kata Rico kepada wartawan, Sabtu (27/4/2019).

Dia juga menyinggung momen Jokowi menjenguk istri Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, ke Singapura. Menurut Rico, peristiwa itu bisa dilihat dari kaca mata komunikasi politik.

"Tanda-tanda adanya komunikasi di antara keduanya sudah kita lihat lama. Jangan lupa kisruh Andi Arief masalah 'Jenderal Kardus', kemudian kunjungan Pak Jokowi ke Ibu Ani di Singapura. Itu kan gestur humanis yang mempermudah komunikasi di antara mereka," sebut Rico.

Selain itu, menurut Rico, konstituen PD banyak yang melabuhkan dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf. Dia menilai tidak sulit bagi PD jika pada akhirnya memutuskan merapat ke Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

"Barangkali Demokrat lebih mudah ya, karena secara konstituen politiknya banyak yang memilih Jokowi sehingga tdk terlalu rumit," ujarnya.

Lagipula, kata Rico, berpindahnya suatu parpol ke koalisi tertentu bukan barang aneh. Alasannya, partai politik selalu mencari kekuasaan. 

"Inilah pragmatima elite politik, karena ujung-ujungnya kekuasaan. Begitu mereka misal membaca kubu 02 peluang kekuasannya kecil, ya sebagai parpol dia mencari pihak yang peluang kekuasaannya lebih besar. Alamiah saja kalau mereka merapat ke kubu 01," kata Rico. [dt]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: