Dibanding 2014, Suara Prabowo-Sandi Melonjak Drastis di 8 Provinsi


GELORA.CO - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, mendapatkan lonjakan dukungan di sejumlah provinsi pada Pilpres 2019 ini.

Tentunya jika dibandingkan Pemilu 2014, lalu.

Pada Pemilu 2019 Prabowo bersanding dengan mantan wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

Sedangkan, pada Pemilu 2014 Prabowo ditemani Ketua Umum Partai Amanat Nasional dan Menko Perekonomian saat itu, Hatta Rajasa.

Angka lonjakan dukungan terhadap Prabowo diketahui dari perbandingan hasil Pemilu 2014 yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan hasil hitung cepat atau quick count Pemilu 2019 yang dilakukan oleh lembaga survei Poltracking, dengan sampel masuk 99,30 persen.

Perlu dipahami bahwa masyarakat harus menunggu hasil resmi yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum.

Namun, quick count yang dilakukan dengan pertanggungjawaban ilmiah ini dapat menjelaskan fenomena lonjakan suara. 

Lonjakan diketahui terjadi di sejumlah provinsi, namun untuk jumlah yang cukup signifikan terjadi di delapan provinsi mulai, dari Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Delapan provinsi tersebut adalah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Papua Barat.

1. Aceh

Di ujung barat, Provinsi Aceh memberikan sumbangan lonjakan yang terbilang sangat tinggi, yakni 32,63 persen.

Di sana, Prabowo bersama pasangannya Sandiaga Uno, berhasil mengumpulkan 87,02 persen dukungan.

Sebelumnya, saat maju bersama Hatta Rajasa di Pilpres 2014, Prabowo hanya mendapatkan 54,39 persen suara.

Dengan hal ini, dapat disebut kepercayaan masyarakat Aceh terhadap mantan Danjen Kopassus ini bertambah.

Sementara itu, Joko Widodo mengalami penurunan suara yang cukup drastis.

Pada 2014, 45,61 persen masyarakat Aceh masih memihak padanya.

Namun, tahun ini pendukung Jokowi hanya ada di angka 12,98 persen.

2. Sumatera Barat

Selanjutnya, peningkatan suara untuk Prabowo terjadi pula di Tanah Minang, Sumatera Barat.

Di sana, Prabowo berhasil mendapatkan lonjakan dukungan sebanyak 11,04 persen. 
Saat Pilpres 2014, Prabowo sudah unggul di provinsi ini dengan perolehan suara 76,92 persen.

Kali ini, Prabowo semakin unggul di angka 87,91 persen.

Angka ini memperlebar interval suara dengan pesaingnya, Jokowi, yang saat ini hanya mendapat 12,09 persen suara. 
Sebelumnya, Jokowi juga memperoleh suara tidak terlalu baik di Sumbar.

Namun lebih banyak dibandingkan dengan tahun ini, yakni 23,08 persen.

3. Riau

Di Provinsi Riau, Prabowo juga memperoleh suara yang meningkat cukup signifikan sebanyak 11,04 persen.

Lima tahun lalu, Prabowo mendapat dukungan suara sebanyak 50,12 persen dari masyarakat Riau.

Namun, kali ini semakin banyak masyarakat yang memberikan suaranya pada Prabowo, yakni sebanyak 61,16 persen.

Sementara itu, Jokowi yang memenangkan Pemilu 2014 dan menjabat presiden hampir lima tahun ini justru mengalami penurunan suara.

Pada 2014, suara untuk Jokowi ada di angka 49,88 persen, saat ini suara untuknya tersisa 38,84 persen.

4. Sumatera Selatan

Masih di Pulau Sumatera, lonjakan suara untuk Prabowo juga terjadi di provinsi beribukota Palembang, Sumatera Selatan. 
Masyarakat Sumsel telah menentukan pilihannya, tahun 2014 Prabowo mendapat 51,26 persen suara di sana.

Saat ini, ia mendapat 62,01 persen dukungan.

Ini berarti dukungan untuk Prabowo meningkat 10,75 persen.

Jokowi sebagai pesaing tetap Prabowo, justru mengalami penurunan suara, dari 48,7 persen di tahun 2014 menjadi 37,99 di Pemilu kali ini.

5. Kalimantan Selatan

Provinsi Kalimantan Selatan menjadi satu-satunya provinsi di Kalimantan yang memenangkan Prabowo dan terjadi lonjakan suara signifikan dari pemilu sebelumnya. 
Di sini, suara untuk Prabowo meningkat 10,08 persen dari sebelumnya di angka 50,05 persen menjadi 60,13 persen di tahun 2019.

Sebaliknya, dukungan untuk Jokowi justru semakin merosot dari 49,95 persen pada 2014 menjadi 39,87 pada Pemilu Serentak 2019 kali ini.

Untuk diketahui, empat provinsi lain di Kalimantan, semuanya menunjukan hasil yang sama, yakni keunggulan untuk Jokowi-Ma’ruf.

6. Sulawesi Selatan

Menyeberang ke timur, yakni Sulawesi Selatan, Prabowo juga mencatat kenaikan jumlah dukungan di provinsi dengan pusat pemerintahan di Makassar ini.

Kenaikan itu diketahui sangat tinggi, yakni sebanyak 30,07 persen.

Awalnya, pada 2014 Prabowo kalah jauh dari pesaingnya Jokowi di angka 28,57 persen.

Namun, kali ini kondisi berbalik.

Prabowo unggul atas Jokowi di angka 59,27 persen. Sementara suara Jokowi menyusut jauh dari suara yang mendominasi provinsi, 71,43 persen menjadi 40,73 persen.

Jusuf Kalla terlihat menjadi faktor penentu kekalahan Jokowi-Ma'ruf.

Sebab, Kalla yang menjadi pasangan Jokowi pada Pemilu 2014 berasal dari Sulsel.

7. Sulawesi Barat

Hal yang sama juga terjadi di Sulawesi Barat.

Meskipun belum berhasil unggul atas pesaingnya, Prabowo mendapatkan peningkatan dukungan sebanyak 17,09 persen.

Peningkatan ini terjadi dari perolehan suara awal di 26,63 persen menjadi 43,72 persen.

Di kubu lawan, Jokowi mengalami penurunan suara, walaupun masih menang dan mendominasi suara di provinsi ini.

Suara untuk Jokowi pada Pemilu 2014 sebanyak 73,37 persen, sementara pada Pemilu 2019 menyusut menjadi 56,28 persen.

8. Papua Barat

Terakhir, lonjakan suara untuk Prabowo juga terjadi di provinsi “kepala burung cenderawasih” atau Papua Barat.

Sama seperti di Sulawesi Barat, meskipun tidak lebih unggul dari Jokowi, namun dukungan untuk Prabowo mengalami peningkatan yang cukup drastis, yakni sebanyak 10,24 persen.

Prabowo mengantongi 42,61 persen suara dari sebelumnya 32,37 persen di Pemilu 2014.

Sementara itu, Jokowi kehilangan suara pendukungnya di provinsi ini.

Semula ia mendapat 42,61 persen suara, namun kali ini perolehannya turun menjadi 42,61 persen.

Peningkatan suara bagi Prabowo tidak hanya terjadi di 8 provinsi itu.

Namun juga di beberapa wilayah lainnya, seperti Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Maluku, dan Maluku Utara. [trb]

Tidak ada komentar untuk "Dibanding 2014, Suara Prabowo-Sandi Melonjak Drastis di 8 Provinsi"