Duga Ada Permainan, Korsa Minta Situng KPU Diaudit Forensik







GELORA.CO - Banyaknya insiden salah input data dari Form C1 ke Sistem Perhitungan Suara (Situng) oleh petugas Komisi Pemilihan Umum idak dapat dibiarkan. Penyelidikan dan penyidikan secara menyeluruh harus dilakukan terhadap kesalahan yang terus berulang ini. 

Demikian disampaikan oleh Koordinator Pusat Relawan Sadar Indonesia (Korsa) Amirullah Hidayat kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (30/4). 

"Sebab fenomena salah input ini sudah seperti tersistem dan terencana. Untuk itu perlu diadakan audit forensik terhadap Situng KPU RI tersebut," kata Amirullah.

Kesalahan input diperparah dengan temuan Tim Relawan IT BPN Prabowo-Sandi. Diketahui, Tim IT menemukan 9.440 kesalahan input di Situng KPU. Temuan itu diperoleh dari hasil verifikasi manual di Web Situng KPU dalam tiga hari terakhir (27-29 April 2019). Tim telah meneliti 172.174 PS dari 404.290 TPS yang sudah masuk ke Web Situng KPU (42%). 

Dari total TPS yang diverifikasi tersebut, ditemukan kesalahan sebanyak enam persen. 

"Jadi ini tidak bisa dibiarkan lagi. Sebab, kesalahan fatal tesebut telah menimbulkan keributan di kalangan masyarakat, dan merusak demokrasi, karena kesalahan selalu menguntungkan Pasangan Joko Widodo dan Makruf Amin," imbuh Kader Muda Muhammadiyah ini. 

"Setelah dilakukan audit forensik dan terbukti telah terjadi permainan dalam input data, maka Komisioner KPU RI harus bertanggung jawab dengan mengundurkan diri, dan segera dijebloskan ke penjera karena menghancurkan demokrasi di negeri ini" tandasnya. 

Tak hanya itu, Amirullah juga meminta selama proses audit forensik, penayangan Situng KPU harus dihentikan. [rmol]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: