Janji Tak Ambil Gaji jika Terpilih, Prabowo-Sandi Ikuti Jejak Para Presiden Terkenal Ini







GELORA.CO - Pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menutup debat terakhir dengan mengesankan, Sabtu malam (13/4/2019).

Sandiaga berjanji, dirinya bersama Prabowo tidak akan mengambil gajinya sebagai presiden dan wakil presiden bila menang Pilpres 2019. Mereka mengaku sudah sangat bersyukur dengan rezeki yang dilimpahkan Allah selama ini.

"Allah subhanahu wata'ala sudah begitu baik kepada kami. Kami juga berterima kasih pada Indonesia, yang luar biasa kepada kami. Kami berkomitmen untuk tidak ambil gaji serupiah pun jika kami dapat amanah ini," tegas Sandiaga.

Sandiaga mengatakan dirinya sudah merasa cukup secara ekonomi. Gaji yang seharusnya diterimanya bersama Prabowo Subianto akan diberikan kepada negara, anak yatim, dan kaum duafa.

"Kita mau buktikan kita tulus kepada negara dan bangsa," tambah Prabowo.

Bila terwujud, Prabowo-Sandi bukan presiden dan wapres pertama yang melakukannya. Sebelumnya, sejumlah presiden terkenal sudah lebih dahulu tak menerima gaji dari negara. 

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjanji hanya akan mengambil satu dolar saja dari gajinya sebesar US$ 400.000. 

Selain Trump, sejumlah pemimpin dunia lain pun sudah melakukan hal tersebut. Hamid Karzai yang menjabat presiden Afghanistan pada 2001 menolak gaji yang seharusnya ia terima. 

Begitu pula dengan Presiden Iran periode 2005-2013 Mahmoud Ahmadinejad. Pemimpin populis yang dikenal akan kesederhanaannya tersebut menolak mengambil gajinya sebagai presiden. Hal itu terus ia lakukan sepanjang menjabat presiden. 

Ada juga Presiden Uruguay periode 2010-2015, Jose Mujica, yang melakukan hal serupa. Dikenal sebagai figur bersahaja, Mujica mendermakan sekitar 90 persen pendapatannya untuk masyarakat setempat.

Wajar jika Prabowo-Sandi menolak menerima gaji. Saat ini, tercatat kekayaan keduanya mencapai Rp7 triliun. Sandiaga memiliki kekayaan lebih dari Rp5 triliun. Sementara Prabowo mendekati Rp2 triliun.

Dengan kekayaan itu, Prabowo-Sandi berjanji bekerja untuk menyejahterakan rakyat. Langkah pertama yang dilakukan setelah terpilih menjadi presiden, yakni menurunkan harga-harga yang menyusahkan rakyat beberapa tahun belakangan ini.

"Kalau mau listrik diturunkan tusuk Prabowo-Sandi, kalau mau sembako murah tusuk Prabowo-Sandi," kata Sandiaga Uno. Tercatat ada 13 poin yang disampaikan Sandi yang semuanya diakhiri kalimat "Tusuk Prabowo-Sandi". [ry]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: