Pemerintah Antisipasi Gerakan Massa Mengarah Seperti Tragedi Trisakti







GELORA.CO - Kepala Staf Presiden, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, menyinggung potensi upaya gerakan massa, yang kecewa terhadap hasil Pemilu 2019. Ia mengkhawatirkan gerakan itu diarahkan hingga menimbulkan terjadinya peristiwa berdarah seperti tragedi Trisakti pada 1998 lalu. 

Untuk itu diupayakan rekonsiliasi terutama dengan digagasnya pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Menurutnya, hal ini dilakukan agar kondisi politik nasional stabil dan aman. 

"Kita sama sekali tidak menginginkan. Ini juga kita harus menyiapkan diri dengan baik karena kita harus ingat bahwa kita pernah memiliki sejarah yang sangat tidak bagus di mana peristiwa Trisakti itu menjadi sebuah pembelajaran bagi kita semuanya," ujar Moeldoko, di Gedung Bina Graha Jakarta, Jumat 26 April 2019.

"Jangan nanti ada upaya-upaya yang memanfaatkan situasi ini dengan cara-cara yang seperti itu, kita paham kalau ada cara-cara bagaimana menciptakan sebuah trigger dengan upaya-upaya bisa dengan cara disiapkan dengan sebelumnya dan seterusnya," katanya.

Dia mengultimatum, agar kelompok-kelompok tertentu tidak mencoba-coba untuk membuat situasi seperti itu. Lanjutnya, pihak keamanan akan mengambil langkah-langkah jika ada upaya memanfaatkan situasi sehingga terjadi kerusuhan seperti tragedi Trisakti dulu.

Terlebih lagi, kalau memang upaya itu dipersiapkan dengan matang, dirancang dan disusun untuk sengaja menimbulkan situasi keamanan yang rusuh. "Untuk itu kita juga siap menghadapi situasi itu," kata mantan Panglima TNI itu.

Indikasi upaya gerakan massa dengan maksud membuat situasi rusuh, terus dalam pantauan. Hanya ia mengingatkan, agar cara-cara seperti ini tidak dilakukan.

Jika memang dalam proses pemilu itu ada sesuatu yang dinilai curang, sudah ada jalur yang bisa ditempuh. Bukan dengan membuat situasi keamanan negara menjadi tidak menentu.

"Untuk itu saya juga harus mengimbau jangan mencoba-coba untuk membuat atau menciptakan cara-cara seperti itu karena akan banyak merugikan masyarakat. Kita harus menyelesaikan cara-cara dengan cara kesatria, bukan dengan cara-cara yang tidak baik," katanya.[viva]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: