Pernyataan Mahfud MD Menegasikan Peran Bung Hatta, Cut Nyak Dien dan Pahlawan Lainnya







GELORA.CO - Pernyataan Mantan Ketua MK Mahfud MD yang menyebut Provinsi yang dimenangkan oleh paslon 02 Prabowo-Sandi adalah provinsi garis keras dalam hal agama dinilai rasis.

Sebab, pernyataan tersebut juga dianggap menegasikan peran para founding father seperti Mohammad Hatta dari Sumatera Barat, Imam Bonjol, Cut Nyak Dien dan Cut Meutia dari Aceh dan pahlawan nasional yang lainnya.

Demikian disampaikan Jubir BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean kepada Kantor Berita Politik RMOL.CO, Minggu (28/4).

"Menurut saya pernyataan Mahfud MD itu bukan cuma menegasikan para Founding Father bangsa dan pahlawan nasional yang berasal dari daerah seperti Aceh, Sumbar, Riau, Sumut, Jabar, Sulsel dan banyak daerah lain yang dimenangkan oleh Prabowo," kata Ferdinand.

"Pernyataan Mahfud tersebut juga masuk kategori ujaran kebencian terhadap suku ras agama dan antar golongan (SARA) dan telah menimbulkan kegaduhan," sambungnya.

Selain itu, kata Ferdinand, pernyataan pakar hukum tata negara itu juga dinilai dapat mengarah pada disintegrasi bangsa. Karenanya, politikus partai Demokrat itu meminta Mahfud MD untuk meralat pernyataannya dan meminta maaf kepada semua anak bangsa.

"Mahfud telah berhasil menciptakan polemik yang berpotensi menyebabkan disintegrasi bangsa. Saya pikir Mahfud harus secara sukarela menarik pernyataannya dan minta maaf kepada bangsa ini secara terbuka," kata Ferdinand.

"Sebab, di Sumbar ada Bung Hatta dan Imam Bonjol. Lalu Cut Nyak Dien, Cut Meutia dll dari Aceh, dan masih banyak pahlawan lain dari daerah yang disebut oleh Mahfud provinsi garis keras islamnya," imbuhnya. [rmol]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: