Prabowo Singgung 'People Power' oleh Amien Rais saat Kampanye Akbar: Lo Berani Enggak?







GELORA.CO - Calon Presiden (capres) 02 Prabowo Subianto menyinggung soal 'people power' yang dibicarakan oleh Dewan Pengarah PAN Amien Rais.

Hal ini dikemukakan Prabowo saat berorasi kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (7/4/2019).

Mulanya, Prabowo bertanya pada para pendukungnya apakah berani untuk mengamankan suara pemilih Prabowo-Sandi.

"Kamu takut atau tidak? Di sini berani, saudara-saudara kita tidak boleh diprovokasi," ujar Prabowo.

Prabowo lalu mengatakan agar para pendukungnya tak melanggar hukum.

"Jangan kasih alasan, jangan melanggar hukum, jangan pakai kekerasan, enggak perlu, kalau macam-macam Pak Amien Raismengatakan people power kekuatan rakyat," tambahnya.

"Tinggal 20 juta rakyat Indonesia duduk saja, enggak usah bikin apa-apa, duduk."

"Tapi duduknya sebulan, loe berani enggak? Gue rasa enggak sampai berapa hari tuh."

Ajakan itu disampaikan Prabowo jika masyarakat menemukan ketidakadilan.

"Kalau ada ketidakadilan yang luar biasa, tapi saya percaya banyak pejabat-pejabat kita sudah insaf," kata Prabowo.

Lihat videonya:

 
Sebelumnya, Prabowo juga memberikan sindiran untuk ketua umum Partai Politik (Parpol).

Dalam orasinya itu, Prabowo sempat mengubah nada bicaranya seraya menirukan seseorang.

"Kalian mau dengar pemimpin politik Indonesia memberi sambutan?," tanya Prabowo mulanya.

Prabowo lalu mengatakan beberapa orasi yang ia ubah nada bicaranya.

"Saudara-saudara sekalian, ekonomi Indonesia baik, pertumbuhan 5 persen," ujar Prabowo yang dilansir oleh channel YouTube Gerindra Tv.

"Lima persen nd**mu," ujar Prabowo lagi dengan nada bicara biasanya.

"Eh Saudara-saudara sekalian, harga-harga terkendali, kemiskinan menurun," katanya lagi dengan mengubah nada bicaranya.

"Menurun dari kakek ke cucu," kata Prabowo lagi.

"Kita membangun banyak infrastrukstur, nanti rakyat akan kita bagi kartu-kartu," ujar Prabowo lagi-lagi mengubah nada bicaranya.

"Bung kita butuh pekerjaan bukan kartu," ujarnya.

Setelah mengatakan hal itu, Prabowo melanjutkan orasi dengan menggebu-gebu lagi.

Diketahui, Kampanye Akbar Pasangan Calon (Paslon) 02 Prabowo-Sandi digelar di Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (7/4/2019).

Kampanye ini diperkirakan dihadiri jutaan pendukungnya dengan tema putihkan GBK.

Walaupun para pendukung sudah berkumpul sejak Sabtu malam, acara kampanye dimulai baru dimulai pada subuh pukul 04.00 WIB.

Para pendukung yang melakukan salat terlebih dahulu ini juga turut mendengarkan pemuka agama berbeda-beda.

Dilansir oleh Gerindra Tv, tercatat ada 5 pemuka agama yang turut berorasi di depan para pendukung Prabowo-Sandi.

Yakni pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Budha, hingga Hindu.

Para pemuka agama itu berorasi soal kemenangan Prabowo-Sandi hingga toleransi antar umat beragama.

Namun, saat pemuka agama Hindu belum sempat berorasi, capres Prabowo telah datang.

Kedatangan Prabowo itu langsung disambut dengan lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Para pendukung pun langsung antusias dengan kedatangan Prabowo dengan berkumpul di sekitar panggung utama.

Mereka juga tampak mengibarkan bendera koalisi hingga bendera merah putih.

People Power Amien Rais

Ancaman Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais jika menemukan potensi kecurangan pada hasil pemilu menjadi polemik tersendiri di masyarakat.

Amien Rais menyebutkan akan melakukan people power jika menemukan kecurangan.

"Kalau nanti terjadi kecurangan, kita nggak akan ke MK. Nggak ada gunanya, tapi kita people power, people power sah," ucap Amien Rais di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/3/2019), seperti dikutip Tribunnews.com.

"Bukan revolusi, kalau revolusi ada pertumpahan darah. Ini tanpa sedikit pun darah tercecer, people power akan digunakan," tambah dia.[tribun]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: