Selain Terlalu Dini, Pembicaraan Bagi-bagi Kursi Tidak Punya Hati!







GELORA.CO - Pembicaraan "bagi-bagi kursi" yang dilakukan oleh salah satu pasangan capres dan cawapres saat bangsa diselimuti duka karena banyak petugas yang gugur saat Pemilu dinilai tidak tepat.

Demikian disampaikan Wasekjen DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik dalam akun twitter pribadinya pada Senin (29/4).

Pernyataan Rachland seolah menegaskan sikap pasangan Jokowi-Maruf yang belakangan tengah gencar melakukan lobi-lobi politik dengan menarik sejumlah politisi untuk bergabung dengan paslon 01 karena sudah menganggap menang versi hitung cepat atau quick count.

"Pembicaraan bagi-bagi kursi selain terlalu dini, juga tak punya hati. Sudah hampir 300 orang penyelenggara pemilu meninggal dunia. Apakah ini wajar?" kata Raclhand.

Mantan Aktivis 98 ini juga mengaku heran dengan sikap yang dilakukan kubu Jokowi-Maruf yang dinilai sangat mengedepankan ambisi kekuasaan ketimbang memikirkan evaluasi ke depan agar tidak terjadi tragedi kemanusiaan yang merenggut ratusan nyawa penyelenggara Pemilu.

"Apakah ini terjadi di negara demokrasi lain? Tidakkah kepada mereka dan proses penyelenggaraan Pemilu, seharusnya mata diarahkan?" ujar Rachland.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 326 petugas Pemilu meninggal dunia. Sebanyak 253 korban berasal dari jajaran KPU, 55 dari unsur Bawaslu, dan 18 orang dari personel kepolisian. [rmol]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: