Serius Pindah Ibukota? Jangan-jangan Diskursus Baru Dari Kecurangan Pemilu







GELORA.CO - Pemindahan ibukota negara ke luar Pulau Jawa kembali didengungkan pemerintahan Jokowi paska Pemilu 2019. 

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menduga wacana ini sengaja diangkat sebagai pengalihan isu kecurangan Pemilu. Pasalnya, pemindahan ibukota negara sudah digulirkan sejak lama. 

"Jadi kalau memang pemerintah serius itu banyak hal yang perlu dipersiapkan," kata Jurubicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade kepada wartawan, Selasa (30/4).

Andre menekankan, mestinya sedari dulu pemerintahan Jokowi sudah mempersiapkan proposalnya. 

Proposal itu berisi penjelasan terperinci terkait anggaran dan lain sebagainya.

"Tolong presentasikan kepada rakyat rencananya di mana, butuh anggaran berapa, sumber uangnya dari mana. Apakah memang negara punya pendapatan lain untuk membiayainya atau akan membuka utang baru yg akan menambah beban utang generasi berikutnya," urainya.

Wacana pemindahan ibukota negara semasa pemerintahan Jokowi telah digulirkan sejak tahun 2017. Namun hingga kini tanpa kejelasan. 

Andre pun mempertanyakan tentang keseriusan pemerintah.

Maka dari itu, Andre yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra ini menegaskan, tanpa adanya proposal dari pemerintah, maka patut diduga ada upaya pengalihan isu di balik wacana pemindahan ibukota negara. 

"Rasanya dari zaman dulu mau pindah-pindah enggak juga. Jangan sampai ini sebatas wacana aja, sekadar menarik diskursus baru dari kecurangan ke ibukota. Karena sekarang kan orang bicara kecurangan. itu aja. Jangan sampai ini hanya untuk mengalihkan isu, asal isu kecurangan berkurang. Kalau serius proposal lengkapnya ditunggu," pungkasnya. [rmol]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: