Wacana Pemindahan Ibukota Akal-akalan, Jangan Bawa Nama Bung Karno







GELORA.CO - Wacana pemindahan ibukota Indonesia yang kembali digulirkan pemerintah dinilai tidak tepat dan dicurigai sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian publik pada kekacauan proses pemilihan umum.

Selain itu, wacana pemindahan ibukota itu juga tidak ada kaitannya dengan gagasan yang pernah disampaikan Presiden Sukarno di era 1960-an.

Demikian dikatakan putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, menyikapi pembicaraan mengenai pemindahan ibukota yang dilakukan Presiden Joko Widodo kemarin (29/4).

"Saya menduga ini akal-akalan untuk memutasi persoalan dan mengalihkan perhatian rakyat dari kekacauan pemilu," ujar Rachma dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu, Selasa (30/4).

Rachmawati juga mengatakan, tidak pada tempatnya nama Bung Karno dibawa-bawa dalam wacana pemindahan ibukota ini. Ketika Bung Karno mewacanakan pemindahan ibukota, Indonesia sedang menghadapi ketegangan dengan negeri tetangga Malaysia yang didukung imperialis Inggris.

"Saat itu situasinya beda. Di Kalimantan tidak banyak orang dan kita sedang menghadapi konfrontasi dengan Malaysia. Bukan asal mau memindahkan," sambungnya.

"Tidak relevan kalau nama Bung Karno dibawa-bawa. Jangan jual Bung Karno," demikian Rachma. [rmol]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: