Kalau yang Ditawari Kursi Prabowo, Gerindra Masih Bisa Oposisi







GELORA.CO - Kursi menteri terus menjadi tema dalam rekonsiliasi pasca Pilpres 2019. Utamanya, setelah presiden terpilih Joko Widodo bertemu dengan sang rival, Prabowo Subianto di gerbong MRT beberapa waktu lalu.

Muncul spekulasi bahwa Prabowo dan partai yang dibesutnya akan mendapat jatah kursi menteri sebagai mahar untuk merapat ke barisan koalisi pendukung Jokowi-Maruf.

Bahkan informasi yang beredar menyebut bahwa pihak Jokowi sudah melayangkan tawaran kepada mantan Danjen Kopassus itu.

Informasi sekaligus membuat publik menjadi bertanya-tanya mengenai arah politik Gerindra. Bahkan tidak sedikit yang menyayangkan lantaran oposisi akan lemah jika partai kepala Garuda berlabuh ke pemerintah.

Namun demikian, pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio memiliki pemikiran mengenai rumor tawaran kursi tersebut. Menurutnya, publik harus bisa membedakan apakah kursi itu untuk Prabowo Subianto atau Partai Gerindra. 

“Bila Prabowo yang ditawari, maka yang dapat kursi belum tentu Gerindra,” terangnya dalam akun Twitter pribadi beberapa waktu lalu.

Pria yang akrab disapa Hensat itu menguraikan bahwa Prabowo bisa saja memberikan jatah kursi menteri yang ditawarkan kepada orang terdekat yang bukan kader Gerindra. Seperti kepada ekonom senior DR Rizal Ramli yang telah membantu dalam pilpres lalu.

Dengan begitu, maka kader Gerindra masih bisa tetap lantang terhadap kinerja pemerintah.

“So Gerindra bisa tetap "oposisi”,” pungkas pendiri lembaga survei Kedaikopi itu. [md]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: