Bicara Bobroknya Jiwasraya Hingga Kenaikan BPJS Kesehatan, Said Aqil: Kezaliman Ekonomi








GELORA.CO - Persoalan kasus gagal bayar polis yang dialami asuransi plat merah, PT Asuransi Jiwasraya (Persero) turut menjadi sorotan tajam Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj.

Dalam peringatan harlah ke-94 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (31/1), KH Said menyebut kasus Jiwasraya hingga Bumiputera menjadi cerminan bobroknya pengelolaan asuransi di tanah air.

"Kasus gagal bayar beberapa perusahaan asuransi seperti Jiwasraya, Bumiputera, dan Asabri membuka pengetahuan kita bahwa betapa buruknya pengelolaan industri asuransi di Indonesia," kata KH Said Aqil.

Terlebih kasus tersebut diduga terjadi karena lemahnya prinsip kehati-hatian hingga pembelian saham gorengan.

"Kesalahan penempatan investasi hingga rekayasa saham overprice merupakan satu di antara sekian kezaliman ekonomi yang tidak boleh terjadi," jelasnya.

"Nahdlatul Ulama berharap kondisi ini tidak sampai mengarah pada distrust masyarakat pada industri asuransi," lanjut KH Said.

Hal lain yang disinggung saat harlah NU adalah soal kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang dinilai memberatkan masyarakat, hingga wacana pembatasan subsidi LPG 3 kg di tengah himpitan ekonomi.

"Kenaikan iuran BPJS kelas III, wacana pembatasan subsidi gas LPG tiga kilogram, dan rencana impor garam besar-besaran. Terus terang hal ini menjadi keresahan masyarakat. Pemerintah perlu lebih signifikan hadir di tengah kegelisahan masyarakat di bidang perekonomian itu," tutupnya.[rmol]


Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: