Cerita Bocah di Ponorogo yang Jadi Pemulung Agar Adiknya Bisa Jajan








GELORA.CO - Berbekal karung bekas dan tekad kuat, bocah berusia 12 tahun ini menyusuri jalan mencari rongsokan. Ia bernama Exel Aditya Putra.

Aktivitas itu rutin ia lakukan selepas pulang sekolah. Sejak Agustus 2019, ia sengaja meluangkan waktu untuk mencari uang. Ia ingin membantu perekonomian keluarganya.

Awak media kemudian mendatangi rumahnya yang sederhana di Kelurahan Surodikraman, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Di rumah berukuran 42 meter persegi tersebut, Exel tinggal bersama nenek dan kakeknya, pasangan Surip dan Suraji. Pun bersama kakaknya Ayu serta dua adiknya Dhea dan Dhipa.

"Biasanya berangkat setelah jam 12.00 WIB, pulang sekolah langsung berangkat cari rongsok," kata Exel, Kamis (9/1/2020).

Exel berjalan kaki ke perumahan bahkan hingga ke Alun-alun Ponorogo yang berjarak lima kilometer dari rumahnya untuk mencari rongsokan. Ia pantang pulang sebelum karungnya penuh.

"Kalau sudah penuh saya bawa ke daerah Sinduro. Biasanya dapat Rp 3 ribu hingga Rp 10 ribu," imbuhnya.

Menurutnya, tidak ada yang memaksa dirinya untuk mencari rongsokan atau menjadi pemulung. Namun itu terpaksa ia lakukan demi memenuhi kebutuhan sekolahnya sekaligus memberi uang jajan pada kedua adiknya.

Disinggung soal keberadaan kedua orang tuanya, Exel mengaku tidak tahu. Sebab, kedua orang tuanya menelantarkan mereka sejak bercerai 2 tahun lalu.

"Saya cari rongsok ini uangnya untuk adik jajan. Kadang separuhnya saya tabung untuk bayar sekolah," pungkas Exel.(*)

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: