China Kian Mencekam, Penampakan Pasien Virus Corona Dalam Tabung Dan Kotak Logam








GELORA.CO - Warga China yang terinfeksi atau dicurigai terinfeksi virus baru coronavirus, harus diisolasi dalam tabung plastik atau kotak logam. Penampakan itu membuat suasana semakin mencekam. Pemandangan pasien dengan tabung plastik muncul pertama kali di Huizhou, Provinsi Guangdong, sementara petugas medis menggunakan lapisan pelindung.

Komisi Kesehatan Nasional China,  mengonfirmasi ada 830 kasus pasien yang terinfeksi dengan virus 2019-nCoV atau virus corona dan jumlah korban meninggal menjadi 26 orang pada Jumat (24/1) malam.

Beredar juga video yang menunjukkan seseorang diangkut dalam kotak logam besar melalui sebuah bandara. Satu orang telah dipastikan terinfeksi di Amerika Serikat (AS).

Pihak berwenang belum merilis identitas pasien tetapi menggambarkannya sebagai seorang pria berusia 30-an di negara bagian Washington yang baru-baru ini mengunjungi China.

Pasien dikarantina di ruang penahanan atau ruang isolasi 20-foot-by-20-foot. Pasien juga dirawat oleh robot dengan stetoskop untuk membatasi kontak dokter dengan virus.

Kepala program penyakit menular di Providence Regional Medical Center, George Diaz, menjelaskan kondisi pasien di AS masih belum diketahui. Para pejabat di AS mengatakan mereka memantau 16 orang yang memiliki kontak dekat dengan pasien, tetapi belum ada yang menunjukkan gejala terinfeksi virus.

Kota Wuhan sebagian besar terisolasi dari seluruh dunia sejak hari Kamis, ketika pemerintah menutup opsi transportasi dan memerintahkan orang-orang untuk tidak masuk atau pun meninggalkan kota itu tanpa alasan yang jelas. Mengenakan masker di kota itu sekarang menjadi hal wajib.

Tidak banyak yang diketahui tentang virus 2019-nCoV, yang sebelumnya belum pernah terlihat pada manusia. Pihak berwenang memperingatkan bahwa virus itu bisa bermutasi bahkan ketika para ahli mempelajarinya dan mencoba untuk menemukan solusi pengobatan.

China mengonfirmasi bertambahnya jumlah korban meninggal akibat virus corona  menjadi 26 orang dan orang yang terinfeksi mencapai 830 orang. 177 di antaranya berada dalam kondisi serius. Sedangkan 34 orang lainnya diklaim sudah sembuh dan keluar dari rumah sakit.

Dari 26 orang meninggal, di antaranya ada dua korban meninggal di luar episentrum wabah virus, Wuhan. Dua korban tersebut berasal dari provinsi timur laut Heilongjiang, yang berbatasan dengan Rusia dan berjarak 2 ribu kilometer dari Wuhan. Mengutip AFP, para pejabat mengatakan bahwa 24 kematian terjadi di Hubei, Wuhan.[rmol]


Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: