Misteri Penjual Kantor Golkar


GELORA.CO - Iklan properti di sebuah situs jual-beli online bikin heboh. Pasalnya, yang akan dijual adalah kantor DPD Golkar Bekasi yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi.

Seperti yang dilihat detikcom pada Senin (27/1), iklan tersebut terpasang di laman situs jual beli online sejak 23 Desember 2019. Terdapat 12 foto yang menunjukkan sisi luar dan dalam gedung yang diyakini kantor DPD Golkar Bekasi.

Pada kolom detail, dijelaskan luas tanah 1.700 meter persegi dan luas bangunan 100 meter persegi. Gedung itu dilengkapi dengan sertifikasi Hak Guna Bangun (HGB).

"Disewakan Rp 1 M per tahun atau dijual Rp 46 M nego," tulis pengiklan Anton Hartono di situs jual-beli online.

Dihubungi detikcom, Anton mengaku bahwa dia adalah seorang agen marketing properti. Anton memastikan dirinya tidak punya kaitan dengan partai Golkar.

"Saya agen," kata Anton saat dihubungi detikcom, Senin (27/1/2020).

Saat ditanya soal bangunan yang akan dijual, Anton memastikan bahwa bangunan tersebut adalah milik kliennya. Namun Anton menolak memberikan informasi soal siapa kliennya itu.

"Punya klien saya," imbuh Anton.

Sementara Anton juga mengaku tidak mengetahui alasan kliennya menjual tanah dan bangunan seluas 1.700 meter persegi itu. Anton mengatakan, dirinya hanya membantu kliennya itu untuk mempromosikan gedung yang akan dijual.

"Nggak ngerti ya, orang itu nitip," tutur Anton.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar Kota Bekasi Abdul Manan menegaskan pihaknya tidak menjual bangunan tersebut. Pihaknya juga tidak pernah mengiklankan jual-beli tanah/bangunan di situs online.

"Yang jelas sampai hari ini, DPD Golkar tidak pernah mengiklankan untuk menyerahkan maupun menjual gedung DPD, itu jelas," kata Abdul Manan kepada detikcom, Senin (27/1/2020).

Abdul mengaku belum melihat langsung iklan di situs online yang dipasang sejak 23 Desember itu. Sampai hari ini, pengurus Golkar pun masih menggunakan gedung yang terletak di Jalan Ahmad Yani itu.

"Lah saya tadi rapat di situ sampai jam 12.00 WIB siang," ujar Abdul.

Abdul memastikan kepemilikan tanah dan bangunan adalah milik partai Golkar, bukan perorangan. Abdul Manan mengklaim pihaknya memiliki surat-surat kepemilikan tanah dan bangunan tersebut.

"Ada sertifikatnya," tegas Abdul.

Gedung itu diiklankan oleh seorang agen bernama Anton Hartono. Abdul sendiri mengaku sama sekali tak mengenal Anton.

Meski begitu, pihaknya belum berencana melaporkan pemasang iklan itu. Pengurus Golkar masih akan mengadakan rapat internal untuk mendiskusikan isu penjualan gedung DPD Golkar.

"Ya saya belum berpikir ke sana (melaporkan), nanti coba saya ngobrol-ngobrol lah (dengan pengurus lainnya)," tandas Abdul.(dtk)

Tidak ada komentar untuk "Misteri Penjual Kantor Golkar"