Sandera Terakhir Bebas dari Cengkeraman Abu Sayyaf


GELORA.CO - Sebelumnya, tiga Warga Negara Indonesia (WNI) Samiun Maneu (27), Maharuydin Lunani (48) dan Muhammad Farhan (27) disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Kini ketiganya berhasil selamat dari kelompok bersenjata itu. Seorang prajurit militer Filipina gugur dalam operasi pembebasan tiga orang Indonesia itu.

Awal penyanderaan dimulai pada September 2019. Ketiganya diculik oleh sekelompok pria bersenjata dari kapal mereka di perairan Tambisan, Lahad Datu, Sabah. Para penculik kemudian membawa ketiga orang Indonesia itu ke kepulauan Filipina. Sebuah video menayangkan permohonan mereka.

Kami meminta Presiden Indonesia untuk membantu membebaskan kami. ASG (kelompok Abu Sayyaf) meminta tebusan sebesar 30 juta Peso (Rp 8,3 miliar)," ucap Samiun dalam video tersebut.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia kemudian berkoordinasi dengan pihak Malaysia dan Filipina demi membebaskan Samiun, Maharuydin Lunani, dan Muhammad Farhan. Melalui Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi diketahui bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta bantuan langsung ke Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk membebaskan sandera.

"Mengenai itu jadi kemarin saya berkesempatan pada saat KTT ASEAN-RoK, saya bertemu dengan Menteri Pertahanan Filipina dan kemudian Presiden (Jokowi) melakukan pembicaraan dengan presiden Filipina Duterte," kata Retno di Hotel JS Luwansa, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (27/11/2019).

Kabar gembira terdengar sampai Indonesia pada Minggu (22/12/2019). Dua sandera Abu Sayyaf berhasil dibebaskan oleh tentara Filipina. Samiun dan Maharuydin berhasil dibebaskan.

"Setelah 90 hari dalam penyanderaan, melalui kerjasama erat Indonesia dan Filipina, 2 WNI berhasil dibebaskan dari penyanderaan ASG (Abu Sayyaf Group) pada tanggal 22 Des 2019. Satu WNI masih terus diupayakan pembebasannya," kata Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/12/2019).

Pembebasan Samiun dan Maharuydin tidak murah. Operasi militer pembebasan sandera menelan satu nyawa. Seorang prajurit Filipina gugur dalam kontak senjata.

Samiun dan Maharuydin pulang ke Indonesia. Kini tinggal satu lagi WNI yang masih disandera Abu Sayyaf, yakni Muhammad Farhan.

Akhirnya Farhan berhasil dibebaskan oleh militer Filipina, tepatnya di Baranggay Bato Bato, Indanan Sulu, pada Rabu (15/1) pukul 18.45 waktu setempat. Farhan lantas dibawa ke Rumah Sakit Westmincom, Zamboanga untuk diperiksa. Dia dinyatakan dalam kondisi sehat. Pemerintah saat mengapresiasi kerja sama dengan pemerintah Filipina.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memuji kinerja aparat yang membebaskan warga Indonesia. Hadi juga berterima kasih atas kerja aparat Filipina yang berhasil membebaskan WNI tersebut.

Saya mengucapkan terima kasih kepada aparat yang telah sukses membebaskan sandera dari setidak-tidaknya yang terakhir adalah Muhammad Farhan," kata Hadi, di Lanud Leo Wattimena, Morotai, Maluku Utara, Kamis (16/1).(dtk)

Tidak ada komentar untuk "Sandera Terakhir Bebas dari Cengkeraman Abu Sayyaf"