Komisaris Pertamina Bergaya Direktur, Andre Rosiade Sindir Ahok?



GELORA.CO - Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, menilai peran jajaran Komisaris Pertamina terlihat lebih menonjol.

Hal itu diungkapkan Andre dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Selasa (25/2). Andre menyinggung soal transparansi yang terlihat lebih banyak dilakukan jajaran komisaris, padahal Pertamina memiliki banyak direksi.

"Saya ingin bertanya kepada jajaran Direksi Pertamina apa betul yang bisa bikin transparansi itu komisaris bukan direksi?" tanya Andre kepada Dirut Pertamina Nicke Widyawati.

Ia juga menyinggung gaya Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) seakan-akan menjabat sebagai direktur utama.

“Selama ini saya tahu di UU perseroan itu, seluruh eksekusi itu adalah yang melaksanakan direksi, itu UU perseroan yang kita ketahui. Tapi seakan-akan persepsi publik, yang bekerja di Pertamina itu komisaris,” cetus Andre.

Andre menyebut Pertamina memiliki 11 orang dalam jajaran direksi, namun publik hanya melihat seakan-akan hanya komisaris  yang melakukan transparansi.

“Publik menangkap itu hanya komisaris yang terkesan kita tangkap di publik,” ujar Andre.

Andre menambahkan, langkah transparansi Pertamina dalam pengadaan barang merupakan hasil kerja jajaran direksinya. Bukan semata-mata kerja seorang komisaris sendirian.

Walau tanpa menyebutkan nama, namun publik tentu paham siapa yang dimaksud Andre.

Sebelumnya, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengumumkan soal tranparansi pada tubuh perusahaan pelat merat tersebut. Semua pengadaan barang yang dilakukan perseroannya bisa dipantau oleh masyarakat luas.

Seperti pengadaan minyak mentah, elpiji, BBM, hingga status kapal carter bisa dipantau masyarakat luas melalui laman resmi Pertamina.

Melalui akun twitternya @basuki_btp, Ahok mengumumkan kini Pertamina lebih transparan.

"Mulai hari ini, akses Informasi operasional PT Pertamina (Persero) terkait pengadaan crude, LPG dan BBM termasuk status kapal carter sudah dapat diakses melalui website resmi perseroan," tulis Ahok.

Ahok berharap, dengan keterbukaan informasi Pertamina bisa mendapat masukan dan saran terbaik dari masyarakat.[rmol]