Lemah Di Eligibilitas, Politisasi Banjir Jadi Cara Halus Menjegal Anies Menuju 2024



GELORA.CO - Tak dipungkiri publik kini tertuju pada sosok Anies Baswedan berkenaan dengan banjir yang merendam beberapa wilayah di Jakarta.

Namun menariknya, Gubernur DKI Jakarta itu seakan menjadi target utama untuk mempertangungjawabkan banjir yang tak hanya terjadi di Ibukota, namun juga wilayah peyanggga seperti Bekasi, Depok, Tangerang dan beberapa wilayah lain.

Mencermati fenomena tersebut, Director Survey and Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara mencermati bahwa kritikan bertubi-tubi itu tak lepas dari elektabilitas Anies yang dikait-kaitkan dengan Pilpres 2024.

"Ini seperti cara halus menjegal Anies menuju RI satu. Segala bentuk kebijakannya akan disorot dan dikritik, termasuk soal banjir," kata Igor kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (27/2).

Padahal kata Igor, persoalan banjir sudah diterangkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Disebutkan, banjir di beberapa wilayah tak lepas dari curah hujan yang ekstrem.

"Dan (banjir) tidak hanya di Jakarta saja, namun juga di wilayah dan daerah lainnya. Tetapi kritikan lebih fokus ke Anies, bukan yang lain," urainya.

Agenda lain di balik politisasi banjir yakni adanya usaha untuk memframing Anies agar cukup menjadi calon wakil presiden 2024, bukan capres.

"Tentunya jika ada koalisi parpol yang berminat untuk disandingkan dengan tokoh lain. Di sini, kelemahan Anies bukan di elektabilitasnya, tapi di eligibilitas. Ini yang membedakan dengan tokoh kuat dari unsur partai politik," tandasnya.[rmol]