Pengamat: Semakin Dibully, Anies Akan Semakin Populer



GELORA.CO - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, disebut-sebut sebagai kepala daerah paling potensial untuk menjadi Presiden Republik Indonesia berikutnya.

"Kalau diukur dari peluang, potensi Anies sangat besar. Karena dia jadi sesuatu yang populer hari ini. Jadi semakin di hajar, semakin dia di bully, maka akan semakin populer," ungkap Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (28/2).

Namun, seiring dengan hal tersebut, sebuah asumsi merebak ke permukaan yang menyatakan langkah Anies dapat mulus menjadi orang nomor satu di Indonesia dengan catatan bisa menuntaskan persoalan banjir di ibu kota.

Menanggapi hal ini, Ujang mengatakan bahwa pada dasarnya setiap asumsi patut diuji kebenarannya. Terlepas dari hal itu, untuk menjadi calon presiden, lanjut Ujang, tidak hanya sekedar mampu mengurus banjir semata melainkan harus bisa mengerjakan yang lainnya.

"Kalau kita mengatakan pasti jadi, kan mendahului Tuhan, ya. Tapi, saya melihat peluang untuk menjadi presiden itu terbuka. Sebab asumsi itu bisa saja mendekati kebenaran," jelasnya.

Persoalannya sekarang menurut Ujang adalah masa jabatan Anies Baswedan akan berakhir pada 2022 mendatang. Hal itu dikarenakan Pilkada serentak baru akan di gelar tahun 2024.

"Artinya disitu akan terjadi kekosongan. Maka Anies harus memiliki jabatan lainnya agar eksistensi tetap terjaga. Sebab ketika figur itu habis massa jabatannya, seseorang itu akan melemah dengan sendirinya. Ini harus jadi pertimbangan," pungkas Ujang.[rmol]