Wajar Megawati Sindir Jokowi, Pengamat: Anak dan Menantu Maju Pilkada Tanpa Ikuti Kaderisasi Partai



GELORA.CO - Pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang jengkel dengan pejabat memaksakan anaknya maju pergulatan politik dinilai sindiran keras terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebab, putera sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon walikota Solo dan juga menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution pun maju calon walikota Medan pada Pilkada 2020.

Demikian disampaikan Pengamat Politik dari IndoStrategi, Arif Nurul Imam, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Jumat (21/2) pagi.

"Sindiran ini juga kemungkinan menyasar ke Presiden Jokowi karena anak dan menantunya maju dalam Pilkada," kata Arief Nurul Imam.

Meskipun, kejengkelan Megawati terhadap pejabat yang memaksakan sanak familinya maju dalam pergumulan politik itu bisa saja untuk menyindir partai lainnya. Namun, sulit dihindarkan bahwa ucapan Megawati mengarah ke Presiden Jokowi.

"Menyindir banyak elit politik kita yang gemar membangun dinasti politik. Sindiran ini menyasar ke Presiden Jokowi," ujarnya.

Menurut Arif Nurul Imam, kekesalan Megawati yang menjadi-jadi itu antara lain putera dan menantu Presiden Jokowi terkesan memakai "jalur pintas" atau tanpa mengikuti jenjang pengkaderan di partai politik.

"Karena anak dan menantunya Presiden Jokowi maju dalam Pilkada, padahal banyak kader PDIP lainnya yang telah membesarkan Partai dan memiliki rekam jejak, sehingga merusak sistem pengkaderan berjenjang," pungkasnya.[rmol]

Tidak ada komentar untuk "Wajar Megawati Sindir Jokowi, Pengamat: Anak dan Menantu Maju Pilkada Tanpa Ikuti Kaderisasi Partai"