Berhasil Sembuhkan Covid-19, Alasan Jokowi Pesan Jutaan Obat Avigan Dan Klorokuin

Berhasil Sembuhkan Covid-19, Alasan Jokowi Pesan Jutaan Obat Avigan Dan Klorokuin

KONTENISLAM.COM - Presiden Joko Widodo akan memesan dua jenis obat yang digunakan China untuk menangani pasien terjangkit virus corona baru (Covid-19).

Nama dua jenis obat ini ialah Avigan dan choloroquin. Pun tidak tanggung-tanggung, Politisi PDI Perjuangan ini memesan dengan jumlah jutaan butir.

"Sesuai hasil riset dan pengalaman beberapa negara yang menggunakan jenis obat tertentu untuk mengatasi Covid-19 ini," tulis Pria yang kerab disapa Jokowi ini di akun Instagramnya, Jumat (20/3).

"Pemerintah telah memesan dua juta Avigan dan menyiapkan tiga juta Chloroquine yang akan diresepkan oleh dokter apabila diperlukan," sambungnya.

Obat-obatan tersebut, kata Jokowi, akan disampaikan kepada pasien yang membutuhkan. Adapun untuk distribusinya akan dilakukan secara mobile. "Melalui dokter keliling dari rumah ke rumah, melalui rumah sakit dan puskesmas di kawasan yang terinfeksi," terangnya dalam postingan Instagram yang sama.

Tidak hanya itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga meminta otoritas terkait untuk bisa mengembangkan dua jenis obat tersebut. "Saya pun sudah meminta kepada BUMN farmasi untuk memperbanyak produksi obat ini," pungkasnya.

Untuk diketahui, dua jenis obat-obatan ini sudah diuji coba oleh pemerintah China untuk menyembuhkan pasien positif terinfeksi Covid-19.

Untuk obat jenis Avigan, sempat digunakan untuk mengobati jenis influenza baru di Jepang. Kemudian, obat ini lah yang dilakukan uji klinis oleh salah satu rumah sakit di Wihan, China untuk 200 pasien positif corona. Hasilnya pun dianggap efektif menyembuhkan, menurit otoritas medis China.

Sementara, untuk jenis obat kedua adalah Chloroquine, yang merupakan obat anti malaria. Obat ini dianggap potensial efektif menangani corona, oleh rezim komunis China.

Sebab, berdasarkan hasil studi di Guangdong, China, terhadap uji coba para dokter di Marseille, bagian selatan Prancis, pasien corona berhasil diobati dengan obat malaria chloroquine.

Dalam studi tersebut, disebutkan 20 dari 36 pasien yang diberikan obat tersebut, setelah 6 hari, 70 persen pasien dari total sample dinyatakan sembuh. Alih-alih, virus tidak lagi ada di sampel darah, dibandingkan 12,5 persen pasien yang diuji coba.(rmol)