Kepedulian Corona, Elisa: Felix Siauw +1, Denny Siregar -1000 😂


KONTENISLAM.COM - Aktivis sosial Elisa JKT (@elisa_jkt) membandingkan kepedulian akan wabah corona antara Felix Siauw dengan buzzer pendukung Istana, Denny Siregar (DenSi).

 Elisa -yang non muslim itu- mengetahui kepedulian Ustadz Felix Siauw di postingan Instagram yang dia dapat dari share Grup WA.

 "Ustad Felix Siauw turut menginformasikan tentang bahayanya #Covid19 dalam Instagramnya (baca dr share group WA) ... wow boleh juga ...

 Felix Siauw 1 : DenSi& -1000 ?" ujar @elisa_jkt di akun twitternya, Sabtu (21/3/2020).


"Densi mah minus segala-galanya," komen @BenRinowo.

 "ci.. ga takut dibilang kadrun, pendukung khilafah. hipertensi nih langsung si densi," timpal @echoPiR.

 Di akun instagram Felix Siauw hingga saat ini ada 2 postingan terkait corona.

 Postingan Felix Siauw ini mendapat ratusan ribu likes.




View this post on Instagram

Maaf, Jangan Sakit Sabtu, 21/03/2020. Tepat 19 hari setelah kasus pertama 2 orang positif covid-19 diumumkan. Per hari ini, 369 positif, 32 meninggal. Kenaikannya sangat cepat sekali Beberapa provinsi sudah digolongkan jadi wilayah transmisi lokal: DKI Jakarta, Banten (Tangerang), Jawa Barat (Bekasi), Jawa Tengah (Solo), entah kedepan di mana lagi Yang paling mengerikan dari Covid-19 itu penularannya yang sangat masif, dan setelah tertular, ia memerlukan penanganan medis yang lumayan, atau nyawa yang hilang Kita tahu, fasilitas kesehatan Indonesia, tak ada wabah pun sudah sangat sulit memenuhi pelayanannya, apalagi adanya wabah. Bisa kita bayangkan seperti apa kondisinya? Masih ingat saat Palu dan Lombok dihantam gempa? Kita lihat koridor RS jadi kamar, bahkan tempat parkirnya, bahkan hotel-hotelnya, karena tak ada fasilitas yang cukup Catat baik-baik, luka sebab gempa tak menular. Covid-19 menular, dengan tingkatan yang lebih dari virus flu lain. Dan covid-19 memerlukan fasilitas kesehatan layaknya RS Para ahli dari sebelumnya sudah prediksi, Indonesia takkan bisa menampung semua itu. Sekarang saja, anda bisa lihat, di JKT, tiap RS sudah kewalahan, overused, overheat Belum lagi, penimbunan obat untuk treatment pasien, panic buying, dan kurangnya alat pelindung diri (APD) pada pekerja kesehatan yang akhirnya membahayakan mereka Apa yang terjadi bila tenaga kesehatan sudah tumbang? Maka lebih banyak lagi orang awam yang tumbang. Bukan karena penyakit, tapi karena perawatan yang tak maksimal Maka apa solusi untuk sekarang? JANGAN SAKIT. Kejam memang, tapi itu harus saya tuliskan Caranya JANGAN SAKIT? Kurangi ekstrim semua potensi untuk tertular atau menulari. DIAM. Tetap dirumah, jangan berkerumun, jangan berkumpul, bantu tenaga kesehatan Termasuk shalat berjamaah, shalat Jum'at. Untuk sementara, jangan dulu, sebab itu bukan taat tapi jahat. Karena kita justru memberi sekam pada api untuk tetap membakar Kenapa hanya Masjid? Bukan Mal, bukan yang lain? Karena ulama dan asatidz tanggung jawabnya sampai disitu. Andai saya penguasa, sudah pasti saya tuliskan LOCKDOWN #covid19 #socialdistancing #shalatdirumah #flattenthecurve #corona #wabah #jangansakit
A post shared by Felix Siauw (@felixsiauw) on