Pengamat: Barangkali Benar Negara Ini Miliki Beban Psikologis Pada China

Pengamat: Barangkali Benar Negara Ini Miliki Beban Psikologis Pada China

KONTENISLAM.COM - Wabah Virus Corona atau Covid-19 semakin meluas mengorbankan rakyat Indonesia. Namun, Pemerintahan Presiden Joko Widodo tak kunjung menghentikan sementara waktu interaksi dagang dengan negara China.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah menilai pemerintahan Presiden Jokowi diyakini memiliki beban psikologis dengan negara Republik Rakyat China (RRC).

Beban psikologis yang dimaksud ialah, Pemerintah Pusat hingga kondisi darurat sekalian tidak berani mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan relasi dengan China di saat wabah virus corona atau Covid-19 di Indonesia semakin mengkhawatirkan.

"Barangkali benar negara ini miliki beban psikologis pada China, hingga dalam kondisi darurat sekalipun tidak berani keluarkan kebijakan hentikan segala bentuk relasi dengan China," ucap Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (20/3).

Relasi dengan China yang dimaksud oleh Dedi di antaranya untuk menghentikan segala urusan ekspor-impor barang dari China.

Apalagi, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana akan melakukan impor beberapa bahan pokok seperti bawang putih, gula, dan bombay.

Bawang putih sendiri diprediksi akan di impor dari China lantaran negara tersebut disebut banyak pihak sebagai supplier terbesar bawang putih Indonesia.

Dengan demikian, Dedi meminta agar pemerintah untuk menurut seluruh interaksi dagang dengan China untuk sementara waktu di saat wabah Corona semakin mengkhawatirkan di Indonesia. Apalagi, China merupakan negara pertama yang terjadinya wabah Corona.

"Terutama soal interaksi dagang, tutup saja sementara waktu," pungkas Dedi. (Rmol)