Pengamat Nilai Terawan Anggap Remeh Virus Corona, "Parah Ini Menkes"



GELORA.CO - Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, terlalu menganggap enteng wabah virus corona.

Akiabtnya, banyak kalangan menyebut Indonesia kecolongan lantaran virus corona tidak terdeteksi saat masuk di Indonesia.

Buntutnya, pada Senin kemarin (2/3), pemerintah baru mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat positif terkena virus asal Wuhan, China tersebut.

“Terlambat mengantisipasi dan terlambat sosialisasi. Menkes terlalu menganggap remeh kemungkinan corona masuk Indonesia. Parah ini Menkes,” tegas Hendri Satrio.

Hendri menyarankan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk tidak lagi sembarangan dalam memberikan pernyataan di ruang publik mengenai virus tersebut.

“Makanya Menkes ini jangan sembarangan, ini bukan penyakit biasa, ini ada kecemasan,” katanya.

BACA: 76 Terindikasi Corona di Depok, Menkes: Difteri Saja Kita Tidak Takut, Apalagi Ini

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengimbau seluruh masyarakat tetap tenang dalam menyikapi penyebaran virus corona.

Menurut Terawan, yang paling penting saat ini, semua elemen terus menjaga kesehatan agar tidak mudah terserang penyakit.

“Yang penting lakukan tindakan hidup sehat. Kita semua lakukan seperti biasa, apa yang berbeda, enggak ada,” kata Terawan saat berkunjung ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok, Senin (2/3/2020).

Terawan mengajak masyarakat untuk menyikapai penyebaran virus corona dengan bijak, tidak perlu takut.

“Difteri yang begitu hebat saja kita enggak ada takutnya. Apalagi ini corona,” imbuhnya.

Dikatakan Terawan, masyarakat harus saling menjaga karena imunitas tubuh lebih penting.

“Kalau pikiran kita resah, hati tidak tenang, kita penuh kecurigaan, maka imunitas tubuh kita akan turun. Kalau imunitas tubuh kita turun mudah kena penyakit apa saja, ya termasuk infeksi virus,” tandas Terawan.[psid]

Tidak ada komentar untuk "Pengamat Nilai Terawan Anggap Remeh Virus Corona, "Parah Ini Menkes""