Politisi PDIP Sebut China Sudah Ciptakan Vaksin Covid-19 Siap Diproduksi Massal, Ahli AS: Vaksin Corona Paling Cepat Ditemukan 12 Bulan Lagi


KONTENISLAM.COM - Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko dengan bangganya menyebut China Berhasil Ciptakan Vaksin COVID-19, Siap Diproduksi Massal.

 HAHAHAHAHAHA....

 "Bud..bud....bikin vaksin itu gak semudah bikin konten video atau slide power point. yang berhasil dibuat china (& amrik) itu baru prototip yg hrs diujicoba. butuh 12-18 bulan utk tau vaksin itu ampuh ato justru bunuh orang. Iqra!" ujar dosen di Universitas Teknologi Nanyang, Singapura, Prof Sulfikar Amir (@sociotalker).

Ahli AS: Vaksin Corona Paling Cepat Ditemukan 12 Bulan Lagi

 Milken Institute menyatakan proses pengembangan vaksin virus corona yang menyebabkan Covid-19 memerlukan waktu 12 hingga 18 bulan. Para ahli dari lembaga penelitian Amerika Serikat (AS) itu memperkirakan waktu itu berdasarkan sistem pelacak pengobatan dan vaksin Covid-19.

 Direktur Eksekutif Milken Institute Esther Krofah mengatakan pihaknya dan FasterCures bekerja sama dengan pemerintah dan regulator, termasuk The Centers for Disease Control and Prevention (CDC), The National Institutes of Health (NIH), dan Food and Drug Administration (FDA) dalam memperkirakan waktu tersebut.

 Pelacak pengobatan dan vaksin Covid-19, kata Krofah, diperbarui setiap hari dengan data yang bersumber dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jurnal akademik, dan pengumuman dari perusahaan farmasi dan biotek.

 "Ini adalah saat ketika misi kami benar-benar berjalan, karena kami membutuhkan vaksin atau pengobatan secepat mungkin untuk Covid-19," ujar Krofah melansir Fast Company.

 Krofah menuturkan FasterCures berfokus pada pelacakan beberapa jenis informasi utama, seperti jenis produk, pengobatan antibodi, antivirus, hingga terapi berbasis sel. FasterCures juga membangun kemitraan dengan Mastercard dan Yayasan Bill and Melinda Gates.

 Selain mengumpulkan data, Krifah berkata sistem FasterCures melacak tahap perkembangan pengobatan dan vaksin Covid-19 saat ini, misalnya apakah dalam praklinis atau dalam uji klinis. Kolom terakhir dalam pelacak berisi informasi sumber, sehingga orang dapat mengklik dan membaca langsung tentang produk atau proyek tertentu.

 "Gagasan di sini adalah agar pasien melihat bahwa ada banyak pekerjaan yang sedang dilakukan. Ada ribuan peneliti di seluruh dunia berlomba secepat mungkin untuk mencoba mendapatkan pengobatan atau vaksin yang bisa dilepas ke pasar," ujarnya.

 Melansir Tech Crunch, Milken Institute memiliki sumber daya baru yang bertujuan untuk melacak lembaga penelitian dan perusahaan obat terkemuka yang tengah mencari metode pengobatan yang efektif dan mengembangkan vaksin bagi pasien terinfeksi Covid-19.

 Milken Institute mencatat saat ini terdapat 60 metode perawatan dan 43 vaksin dalam pengembangan.

 Sumber: CNNIndonesia