Terdampak Virus Corona, Harga Rempah Naik Hingga Lebih Dari 200 Persen!


GELORA.CO - Harga rempah di Pasar Tradisional Gayamsari, Kota Semarang, terus mengalami kenaikan. Hal ini terjadi sejak isu penyebaran virus corona mulai memasuki Indonesia. Bahkan, kenaikan harga jahe merah lebih dari 200 persen.

Tak hanya jahe merah, kenaikan harga juga terjadi di bahan rempah lainnya. Seperti jahe, temulawak, kunir, dan serai. Kenaikan harga sejumlah bahan dasar obat atau jamu tradisional ini diketahui mulai terjadi sejak dua pekan terakhir.

Dilaporkan Kantor Berita RMOLJateng, sejumlah pedagang mengaku sejak isu penyebaran virus corona, permintaan rempah-rempah di masyarakat mengalami kenaikan tinggi. Hampir setiap hari, pembeli rempah terus memborong rempah untuk dijadikan obat atau minuman.

"Dulu, sebelum ada isu virus corona, 5 kilo baru habis 2 hari lebih. Sekarang 10 kilo bisa satu hari habis," ujar Partini, salah seorang pedagang rempah di Pasar Gayamsari, Selasa (10/3).

Di Pasar Gayamsari, untuk harga jahe biasa yang semula Rp 30 ribu per kilo, saat ini mencapai Rp 60 ribu. Sedangkan jahe merah yang semula Rp 40 ribu saat ini mencapai Rp 90 ribu.

Temulawak yang semula Rp 6.000, saat ini Rp 10 ribu. Sedangkan Serai, yang semula Rp 7.000 sekarang mencapai Rp 13.000 hingga Rp 15.000.

Rata rata pembeli mengaku sudah mulai kesulitan mencari rempah. Kalau kenaikan ini memang dari distributornya. Alasannya kebanyakan dikirim ke kota-kota besar dan luar Jawa," tambah Partini.

Para pedagang memprediksi, harga rempah akan terus mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan. Terlebih kasus corona di Indonesia masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. (Rmol)

Tidak ada komentar untuk "Terdampak Virus Corona, Harga Rempah Naik Hingga Lebih Dari 200 Persen!"