Dijadikan "Tumbal"! Pemuda Muslim Ujung Tombak Literasi Keuangan dan Digital?

Ilustrasi kekayaan dan kemewaan. (Foto: Ist)

Dalam rangka meningkatkan penetrasi ekonomi dan keuangan syariah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Harian Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), terus berupaya meningkatkan inklusi keuangan termasuk keuangan syariah.

Salah satunya dengan menyelenggarakan Seminar Nasional dalam program Ekon Goes to Campus dengan tema “Menuju Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Syariah Terkemuka di Dunia” yang diselenggarakan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Kamis (24/11).

Sebagai langkah untuk mengoptimalkan literasi keuangan, DNKI juga telah menyelenggarakan kegiatan edukasi sebanyak 542 kegiatan yang dilakukan oleh Kementerian/Lembaga dan 333 kegiatan yang dilakukan oleh Pelaku Usaha Jasa Keuangan.

Indonesia gencar dengan literasi keuangan dan digital dalam rangka memposisikan para pemuda, khususnya muslim sebagai para pelaku literasi keuangan dan digital, bahkan sebagai ujung tombaknya. Karena memahami betul bahwa kemampuan para pemuda muslim sebagai generasi yang cerdas dalam teknologi. Tak hanya itu saja, mereka memiliki kreativitas serta inovasi yang luar biasa. Mereka juga inovatif dalam membuat konten di dunia maya.

Namun tentu saja label Syariah hanya sekedar label semata, karena misi dibaliknya justru untuk menancapkan sistem Kapitalisme, yang penuh dengan jebakan riba yang menghantarkan pada ketidakstabilan ekonomi bahkan kehancuran.

Maka sejatinya setiap pemuda haruslah memiliki pemahaman politik yang luas, yang tentu berdasarkan pada aqidah Islam, yang akan membentuk pola pikir dan sikap Islam. Memiliki Syakhsiyah atau kepribadian Islam, sehingga target setiap pemuda adalah menjadikan langkah-langkahnya hanya untuk meraih Ridho Allah Ta'ala, dalam memajukan peradaban Islam.

Sungguh, kekayaan terbesar seorang muslim adalah pemikirannya. Oleh karena itu, hendaknya pemikiran ini digunakan hanya semata demi perjuangan dan kejayaan Islam. Jangan yang lain.

Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. bersabda, “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah di bawah naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu pemimpin yang adil, pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya. ….” (HR Bukhari-Muslim).

Pemuda adalah golongan orang berenergi tinggi. Jika salah arah, sistem buatan hawa nafsu manusialah yang akan menguasainya sehingga mereka lalai dari misi besar penciptaan mereka untuk hidup di dunia. Wallahua'lam

Tidak ada komentar untuk "Dijadikan "Tumbal"! Pemuda Muslim Ujung Tombak Literasi Keuangan dan Digital?"